Rabu, 25 September 2019

KD 3.11 Menerapkan desain berbasis gambar bitmap (raster).



A. Desain bitmap
Grafis desain bitmap adalah objek gambar yang dibentuk dengan raster/pixel/titik koordinat. Semakin banyak jumlah titik yang membentuk suatu grafis bitmap berarti semakin tinggi tingkat kerapatannya. Hal ini akan semakin halus citra grafis, tetapi kapasitas filenya akan semakin besar. Ketajaman warna dan detail gambar pada tampilan bitmap tergantung pada banyaknya pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut.
Program aplikasi grafis yang berbasis bitmap antara lain: Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor, dan Macromedia Fireworks.
B. Mengintegrasikandesaingambarberbasis bitmap
          Dalam grafik komputer, gambar bitmap (atau gambar raster) adalah sebuah struktur data yang mewakili susunan pikselwarna yang ditampilkan pada layar monitor, kertas atau media tampilan lainnya. Secara teknis gambar bitmap digambarkan dengan lebar dan tinggi dalam piksel dan dalam angka bit per piksel. Beberapa format gambar bitmap yang sering dijumpai: GIF, JPEG, BMP dan PNG.
            Kata “raster” berasal dari kata Latin, “rostrum”, yang berasal dari kata “radere”. Bermula dari pindaian raster monitor video tabung sinar katode (CRT), yang mewarnai garis gambar secara garis ke garis dengan pengendalian magnetik yang berasal dari pancaran elektron.Secara asosiasi, kata "raster" juga dapat dipahami sebagai grid kotak pixel. Kata “rastrum” sekarang digunakan untuk merefer dari peranti gambar ke staff musical.
           Sebuah bitmap, yang berarti sebuah raster bit tunggal,berhubungan bit-per-bit dengan gambar yang terlihat di layar, biasanya dalam bentuk format data untuk penyimpanan dalam memori video layar, atau bisa sebagai bitmap yang independen dari peranti. Raster diciri-cirikan dengan tinggi dan lebar sebuah gambar di dalam piksel dan dengan angka untuk bit per piksel (atau kedalaman warna, yang menentukan berapa warna yang dapat diwakili).[3]
          Industri percetakan dan prepress mengenal gambar raster sebagai contones (dari “continuous tones”). Berlawanan dari contones adalah “line work”, yang biasanya mengimplementasi grafik vektor dalam sistem digital.
Editor gambar raster
Editor gambar raster, seperti Painter, Photoshop, Paint.NET, MS Paint, dan GIMP, berfungsi dengan cara mengedit piksel, tidak seperti editor gambar vektor, seperti Xfig, CorelDRAW, Adobe Illustrator, atau Inkscape, yang bekerja dengan cara mengedit garis dan bentuk(vektor). Ketika sebuah gambar di-render di dalam editor gambar raster, gambar tersebut terdiri dari berjuta-juta piksel. Secara keseluruhan, editor gambar raster bekerja dengan memanipulasi setiap piksel secara individual. Kebanyakan editor gambar berbasis piksel berfungsi dengan model warna RGB, tapi beberapa memungkinkan penggunaan model-model warna lain seperti model warna




CMYK.

Gambar bitmap adalah gambar yang terikat resolusi karena mengandung jumlah piksel yang tetap. Gambar dengan format ini akan mengalami penurunan kualitas bila diperbesar dengan jumlah piksel yang melebihi jumlah piksel aslinya, karena komputer harus mengisi informasi yang hilang.
Gambar bitmap cocok digunakan untuk gambar fotorealistik, karena gambar dengan format ini mengandung variasi warna yang kompleks, dan dapat menunjukkan gradasi warna dengan baik.Gambar bitmap dapat diambil menggunakan kamera digital dan perangkat berbasis bitmap lainnya. Besar resolusi gambar bitmap ditentukan oleh resolusi dari perangkat yang mengambil gambar serta kualitas sumber data yang diambil.
Gambar raster merupakan resolusi dependan, yang berarti mereka tidak dapat menaikkan skala gambar tanpa mengurangi kualitas gambar. Hal ini berbeda dengan kemampuan grafik vector, yang dapat dengan mudah menaikkan skala gambar mereka mengikuti kemampuan peranti yang merender grafik tersebut.
Gambar raster biasa digunakan untuk fotografi dan imej realistik foto, sedangkan grafik vector sering di gunakan untuk typeset atau design grafis. Layar modern komputer biasanya memiliki display 72 sampai 130 pixels per inch (PPI), dan beberapa modern printer bisa mengatasi 2400 dots per inch (DPI) atau lebih; menentukan gambar resolusi yang paling pantas untuk resolusi printer biasanya memiliki kesulitan tersendiri, karena hasil print biasa memiliki level detail yang lebih tinggi daripada apa yang dilihat oleh pengguna di layer monitor. Khususnya, proses print 4 warna (CMYK) berfungsi sangat baik untuk resolusi 150 sampai 300 PPI.
Akan tetap, untuk teknologi printing yang melakukan proses mixing warna melalui dithering (halftone) daripada melakukan overprinting (secara virtual, semua inkjet dan laser printer di rumah dan kantor), printer DPI dan gambar PPI memiliki arti yang berbeda, dan ini dapat menyebabkan kesalahpahaman. Karena, melalui proses dithering, printer membangun sebuah gambar pixel dari beberapa dots printer untuk meningkatkan kedalaman warna, setting printer DPI harus di set lebih tinggi daripada PPI yang diinginkan untuk memastikan kedalaman warna yang diinginkan dapat tercapat tanpa mengorbankan resolusi gambar.

Disqus Comments